Wow! 5 Manfaat Menangis Untuk Kesembuhan Yang Harus Anda Ketahui!

Mendengar kata “menangis” maka yang terpikirkan dibenak kita adalah kebiasaan seorang bayi. Ya, demikianlah adanya! Bahkan suara yang kita dengar dari manusia pertama kali saat ia dilahirkan adalah menangis. Maka, kemudian asumsi kita adalah bahwa manangis merupakan kebiasaan bayi yang hanya dengan cara itu ia berbicara.

Jika kita mau memikirkan ulang dan menganalisa, ternyata bayi menangis bukan hanya sekedar karena si bayi belum bisa bicara, lantas refleks alam membuat si bayi menangis. Dan itu benar, memang! Tetapi berpikirkah Anda, bahwa bayi yang baru lahir kemudian menangis, karena ada beberapa hal yang bisa kita “baca:iqro’. Pertama, dalam beberapa “keyakinan agama” dikatakan bahwa si bayi menangis karena ia akan memasuki alam baru, dimana beban dan tanggungjawab kehidupan akan ia tanggung. Dan menangis-lah “si bayi”, karena dalam sudut pengetahuan “ruhiyah”, ia menangis karena beban berat (amanat) yang ia (bakal) tanggung di dunia. Baiklah, jika itu ranah “keyakinan;iman”, cukup sampai disini.

Namun, satu hal, dari sudut logika, bukankah, menangis itu suara alam, bukankah si bayi yang polos dan belum punya masalah ekonomi, keluarga, pekerjaan dan beban beban lain di dunia. Dan hanya dengan menangislah ia akan temukan solusinya. Bukankah dengan bayi menangis ibunya atau orang yang di dekat sang bayi akan merespon keadaan si bayi, bukankah dengan bayi menangis sang bunda akan memberikan kasih sayang dan respon-respon lain yang intinya memberikan kenyamanan dan kedamaian untuk si bayi.

Fenomena lain adalah bukankah si ibu atau orangtua si bayi, malah akan bingung dan bertanya-tanya bahkan akan was-was, ketika sang bayi saat dilahirkan tidak menangis, sepatah-pun??, atau juga bukankah si ibu akan bingung, jika tidak mendengar si bayi menangis pada hari-hari berikutnya “sepatah tangispun”, jika si bayi tidak melakukan kebiasaan umumnya bayi. Nah, nah! Ternyata, keberadaan “menangis” sangat dibutuhkan. Tidak hanya untuk si bayi, yang karena “hukum alam”, tetapi kegiatan “menangis” juga ditunggu oleh sang ibu atau siapapun.

Simak Juga  5 Efek Samping Minyak Bulus yang Perlu Anda Waspadai! Sebelum Beli

Saat kemudian, kita memasuki usia anak-anak, bukankah, kebiasaan “menangis” juga tetap kita lakukan. Meski kebiasaan itu dalam porsi yang berbeda. Kita menangis ketika, misalnya keinginan kita belum terpenuhi, kita menangis karena kita di marahi orang tua, kita menangis karena kita bertengkar dengan teman sebaya dan bla bla.

Tangisan kita, saat kita memasuki usia anak-anak (TK-SD), meniratkan bahwa, ketika kita punya beban atau masalah, maka menangis adalah kegiatan yang dapat meringankan dan membebaskan masalah kita, hati kita jadi “plong”, pikiran kita “clear”. Demikian.

Memasuki usia remaja, intensitas kegiatan “menangis” kita, mungkin menjadi berkurang, bisa karena kematangan mental kita, atau ada animo lain, misalnya, jika Anda laki-laki. Muncul animo yang mengatakan bahwa kebiasaan menangis hanya “anak perempuan”,. Sehingga Anda kemudian menyimpulkan bahwa kebiasaan “menangis” itu hanya milik perempuan dan itu “cengeng”, betul begitukah kesimpulan Anda?

Di saat kita memasuki usia dewasa, kebiasaan menangis jarang kita lakukan. Sebab, lagi-lagi kegiatan menangis Anda anggap sebagai kegiatan “cengeng”. Kita hanya akan benar-benar menangis ketika kita sudah tidak kuat dengan beban yang kita alami.

Tapi, sadarkah Anda, bahwa orang yang merasa sangat bahagia juga bisa menangis. Dengan demikian, kegiatan menangis tidak hanya karena beban berat, tetapi karena sangat bahagia-pun kita bisa menangis. So konsep menangis, menjadi netral.

Untuk pembaca wanita! Anda juga tidak perlu berkecil hati, jika kegiatan “menangis” itu dominan dilakukan oleh kaum Anda, baik karena beban atau karena saking bahagianya. Berbahagialah Anda, sebab “kegiatan menangis” yang didominasi kaum perempuan, ternyata mempunyai manfaat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh. Dan, ini yang sering diabaiakan oleh kaum Adam.

Menangis Dalam Sudut Kesehatan

Mata adalah organ tubuh kita yang paling penting, dengan melihat keadaan mata, dapat tercermin kondisi kesehatan kita. Bahkan teori kosmologi Tiongkok, mengatakan bahwa  Yin Yang dan teori lima unsur menempatkan organ mata sebagai cermin keadaan organ yang terdapat dalam kelompok Wu Lun/lima roda ( paru, hati/liver, ginjal, limpa dan jantung). Artinya apa, artinya bahwa keadaan “mata” seseorang mencerminkan kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.

Simak Juga  Bioherbaka Breast Cream: Bahan, Khasiat, Efek Samping, Cara Pakai, Harga

So, menangislah, jika Anda sedang menghadapi beban berat atau Anda sedang dalam kondisi sangat bahagia. Karena menangis mempunyai manfaat yang luar biasa untuk kesehatan Anda.

Pertama, dari pengalaman kita selama ini mengakui rasa marah dan sedih akan berkurang setelah kita menangis. Beban kita akan menjadi lebih ringan, perasan kita akan menjadi “plong” dan pikiran kita menjadi jernih.

Kedua, dari hasil penelitian, diketahui bahwa airmata mengandung hormon prolactin yang efektif  untuk melawan stres. Dengan demikian, ketika kita menangis stres kita akan berkurang.

Ketiga, para pakar mengatakan bahwa menangis dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung sehingga menjadi terapi alami penderita tekanan darah tinggi dan penderita sakit jantung.

Kelima, para ilmuwan meyakini bahwa menangis memberikan ketenangan, kedamaian, membuang racun dalam tubuh dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyembuhkan diri sendiri (self haealing).

Kini, Anda tak perlu malu untuk menangis saat memiliki beban berat di pundak. Menangislah! karena itu obat bagimu. Terlebih ditengah malam, saat bermunajat dengan Tuhanmu. Amin

Salam www.JamuKu.com Toko Jamu Herbal Terpercaya