Testis Besar Sebelah: Penyebab, Bahaya dan Cara Mengobatinya!

Testis besar sebelah, Sanglir; dalam istilah kedokteran disebut crypthorchismu ataupun cryptorchidi, yaitu tidak dijumpainya biji buah zakar (testis, buah pelir) di kantongnya. Buah pelir yang tidak dijumpai ini mungkin hanya sebelah, tetapi mungkin juga keduanya. Ini bukan berarti bahwa penderita tidak mempunyai, tetapi ada gangguan dalam proses pertumbuhannya sehingga buah pelir itu tidak atau belum di tempat yang seharusnya.

Untuk diketahui bahwa buah pelir tumbuh berasal dari daerah pinggang, untuk kemudian “turun” berpindah dan bergeser ke tempat biasanya kita jumpai. Perpindahan ini mengikuti jalur tertentu, yang biasanya berlangsung cepat pada bulan-bulan terakhir sebelum kelahirannya. Kadang-kadang ada gangguan dalam perjalanan ini sehingga ketika bayi lahir satu atau kedua buah pelir belum sampai di tempat yang seharusnya. Walaupun terlambat pada sejumlah bayi, buah pelir ini dapat juga sampai ke dalam kantong sebagai tempat yang seharusnya, yaitu setelah di a berusia lima tahun.

Pada bayi yang belum berumur satu tahun, sanglir boleh dikatakan tidak berbahaya, karena tidak mustahil nanti setelah umur satu tahunan keadaan ini akan berubah. Namun, jika keadaan itu tidak berubah ada hal yang perlu diwaspadai, yaitu bahwa buah pelir yang berada tidak pada tempatnya itu berpeluang berubah menjadi ganas, menjadi kanker. Oleh karena itulah adanya kelainan ini perlu diatasi sebaik mungkin.

Penyebab Testis Besar Sebelah

Sanglir pada anak satu dan lainnya mungkin saja tidak sama, walaupun secara umum dapat dikatakan bahwa penyebabnya yang pasti tidaklah diketahui. Namun demikian ada keadaan-keadaan yang dianggap dapat menimbulkan sanglir ini, terutama yang terkait dengan gangguan hormonal. Karena selain buah pelir yang “lamban” itu kemungkinan akan menjadi tidak produktif dalam menghasilkan sperma.

Dijumpai juga kelambatan mapan-nya buah pelir pada kelainan-kelainan hormonal yang terkait dengan kurangnya hormon kelaki-lakiannya. Memang juga dijumpai pula hambatan pergeseran letak buah pelir ini, misalnya jika ada kelainan-kelainan yang menghambat perjalanannya, seperti adanya pembuluh darah atau saluran yang terlalu pendek sehingga pergeseran tertahan. Selain itu lubang keluar yang terlalu kecil dengan akibat buah pelir tidak dapat lagi keluar dari rongga perut. Walaupun tidak jelas, ada petunjuk bahwa sejumlah laki-laki dalam satu keluarga ternyata mempunyai kelainan yang sama, sanglir; ini berarti kemungkinan kuat ada faktor keturunan dalam hal kelainan ini.

Pragnosa Testis Besar Sebelah

Pada penderita sanglir, letak buah pelir yang tidak pada tempatnya itu akan mengakibatkan fungsinya terganggu ataupun bahkan tidak berfungsi sama sekali, yaitu bahwa buah pelir ini menjadi tidak mampu menghasikan bibit (sperma). Ini berarti kesuburannya berkurang walaupun bukan berarti ia akan mandul sama sekali. Yang perlu benar-benar diwaspadai adalah bahwa buah pelir yang seperti ini cukup besar berpeluang untuk mengalami perubahan menjadi kanker.

Hal-hal lain yang mungkin terjadi bahwa keterlambatan perpindahan buah pelir itu berarti juga terjadinya kelambatan penutupan lubang saluran lewatnya meninggalkan rongga perut; lubang ini berpeluang dimasuki isi perut dan mengakibatkan hernia. Pada usia aktif (remaja, dewasa muda) buah pelir yang tetap berada di dalam rongga perut akan berarti kurang perlindungannya

Hal ini karena tidak adanya kantong khusus untuk tempatnya, bahkan ligamen-ligamen yang dapat mengikatnya juga kurang. Oleh karena itulah maka buah pelir pada penderita sanglir ini termasuk mudah terpuntir (torsion), dengan gejala nyeri perut yang hebat. Dan ini akan berakibat gangguan peredaran darahnya, yang dapat mematikan buah pelir ini. Biasanya perlu tindakan pembedahan untuk menolongnya.

Walaupun sebenarnya sanglir ini dapat tidak berpengaruh dalam fungsi seksualnya, pada sejumlah penderita berkurangnya buah pelir di tempat yang seharusnya itu dapat menjadikan rendah diri dengan akibat munculnya gangguan psikis dalam hal ini.

Tindakan Testis Besar Sebelah

Jika ada bayi yang baru lahir dengan keadaan tidak ada “biji” di dalam kantong buah pelirnya, memang masih ada peluang bahwa dalam masa satu tahunan buah pelir itu ber-imigrasi dan muncul di tempat yang seharusnya. namun karena setelah berumur sembilan bulan boleh dikata tidak ada perpindahan sendiri tanpa bantuan tindakan, maka jika ada bayi dengan umur lebih dar sembilan bulan masih dalam keadaan sanglir, perlulah anak itu untuk segera dibawa ke dokter untuk persiapan tindakan selanjutnya. Walaupun demikian ada baiknya jika begitu ketahuan adanya kelainan seperti ini anak secepatnya di bawa ke dokter, karena jika segera mendapat pengobatan hormonal, buah pelir berpeluang untul lebih cepat bergeser ke tempat yang seharusnya.

Untuk tidak banyak mengganggu kesuburan nantinya, sebaiknya tindakan pertolongan dilakukan sebelum anak mencapai umur 2-3 tahun. Kalaulah tindakan baru dilakukan pada umur remaja, kesuburan yang dapat dipertahankan sangatlah kurang (13,5%).

Jika ada kelainan sanglir seperti yang diuraikan diatas, maka untuk mempersiapkan tindakan lebih lanjut, penderita sanglir perlu menjalani berbagai pemeriksaan. Pemeriksaan ini ada yang perlu untuk memastikan kelainan yang ada serta dimana dan bagaimana keadaan buah pelir yang “tersesat” itu. Dengan pemeriksaan-pemeriksaan ini adanya kemungkinan dijumpainya kelainan-kelainan lain yang menyertainya juga, agar lebih mudah dikenali. Yang cukup mudah penggunaannya adalah pemanfaatan USG (Ultra Sono Graphy, mengupayakan gambaran isi rongga perut dengan menggunakan gelombang ultra). Kalau perlu pemeriksaan ini juga dilengkapi dengan CT-Scanning ataupun MRI, lebih-lebih jika hasil USG masih meragukan.

Untuk lebih melengkapi, maka pemeriksaan awal seperti ini juga mungkin menggunakan laparos-copy (peneropongan isi rongga perut), yang sudah merupakan salahsatu tindakan pembedahan.

Penutup

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, maka penderita sanglir perlu mendapat tindakan pengobatan secepatnya. Makin lambat tindakan makin bsar peluang baginya mengalami gangguan-gangguan, baik yang sekedar psikis saja atau munculnya kelainan yang dapat mengancam jiwanya. Walaupun untuk tindakan-tindakan yang perlu itu menuntut persiapan dana yang tidak kecil, dengan pertimbangan asas manfaat, maka keluarga dituntut untuk benar-benar memahami permasalahannya sehingga upaya pertolongan dapat dilakukan dengan benar. Semoga bermanfaat, salam sehat untuk Anda dan keluarga.