Puasa Bukan Sarana Detoks! Tapi Dengan Puasa Racun Dalam Tubuh Akan Bersih!

Detoksifikasi adalah mengeluarkan racun dalam tubuh. Puasa adalah salahsatu detoksifikasi alami. Puasa selain ibadah juga diyakini detox cara diet cepat dengan hasil memuaskan. Lantas bagaimana hubungan puasa dengan detoksifikasi?

Seperti telah kita ketahui semua bahwa begitu banyak manfaat puasa, agama Islam sangat menganjurkan perintah untuk berpuasa. Anjuran dan perintah puasa bukan hanya terdapat dalam Al Qur’an tetapi juga banyak Hadits yang memerintahkan berpuasa, baik puasa wajib maupun sunah, seperti puasa Ramadhan, puasa senin kamis, puasa tengah bulan (13,14,15 bulan hijriah), puasa 9 dzulhijjah dan lain-lain.

Perintah berpuasa ini bukan hanya membawa manfaat bagi kesehatan psikis/batin/rohani/mental seperti melatih kesabaran, dan lain-lain, tetapi dari sisi kesehatan fisik, puasa juga membawa manfaat yang cukup besar.

Mungkin bagi sebagian orang terutama di perkotaan sudah terbiasa  mendengar istilah detox/detoxification. Untuk melakukannya diperlukan biaya yang cukup besar dalam setiap terapi detox, dan umumnya dilakukan oleh orang berduit. Padahal kalau kita mau sedikit cermat dan mau mengikuti ajaran agama Islam dengan berpuasa, hampir secara otomatis kita telah melakukan detoksifikasi tanpa biaya ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah.

Banyak Penyakit

Makan berlebihan memicu timbulnya berbagai penyakit dan menimbulkan psikis yang buruk. Penyakit yang dimaksud seperti; jantung hipertensi, diabetes mellitus, batu empedu dan penyakit mental. Timbunan sisa makanan atau nutrisi yang terserap/tercerna akan membusuk di dalam tubuh sehingga menimbulkan gas dan meracuni tubuh.

Efektif Menyerap Nutrisi

Saat berpuasa bisa mengistirahatkan organ-organ saluran cerna. Ketika tidak berpuasa umumnya kita makan tiga kali sehari, belum termasuk camilannya. Oleh karena itu kerja saluran pencernaan menjadi lebih berat. Kondisi perut/lambung kosong yang berpuasa menjadi waktu istirahat yang cukup bagi lambung sehingga akan bekerja secara optimal pada saat berbuka puasa. Puasa tak membuat tubuh lemah, adanya cadangan energi tubuh yang bertahan selama 8-10 jam. Jika masih kurang energi, lemak dan glikogen akan digunakan. Jangan khawatir, puasa tidak akan membuat kekurangan gizi, malah dengan berpuasa penyerapan sari-sari makanan semakin efektif..

Penyerapan gizi yang biasanya 35% dari asupan yang dikonsumsi meningkat menjadi 85% saat berpuasa. Kondisi perut/lambung kosong orang yang berpuasa memberi waktu istirahat yang cukup bagi lambung, sehingga akan bekerja secara optimal pada saat berbuka.

Racun Tubuh Hilang

Pada saat lambung kosong, penyerapan nutrisi berjalan secara efektif dan efisien sehingga mengurangi resiko penimbunan sisa makanan atau nutrisi yang tidak terserap atau tidak dicerna oleh tubuh. Timbunan sisa makanan yang tidak tercerna inilah yang umumnya meracuni tubuh akibat adanya proses pembusukan sisa makanan dan tidak tercerna secara sempurna.
Apabila timbunan sisa makanan yang tidak tercerna dan terserap secara sempurna ini berada di dalam lambung dalam waktu yang cukup lama, akibatnya timbul gas-gas, dan toksin/racun yang bersifat degeneratif/merusak bagi tubuh. Gas dan toksin inilah yang umumnya berperan sebagai penyakit degeneratif lainnya seperti kanker, diabetes mellitus dan lainnya. Dengan berpuasa secara rutin, insha Allah secara otomatis kita telah melakukan detoksifikasi racun dengan biaya murah bahkan gratis, tentunya jika berpuasanya dijalankan dengan cara dan kaidah yang benar dan baik secara agama.

Saat berbuka puasa pilihlah makanan yang mudah dicerna seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang berserat tinggi serta minum air putih yang banyak. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga tubuh kita dari segala penyakit dan hal-hal yang buruk. Perintah puasa ternyata sangat bermanfaat bagi diri sendiri. Subhanallah. (berbagai sumber)

Sumber: Majalah Sahabat