Orgasme: Pengertian, Persamaan dan Perbedaan Orgasme Pria dan Wanita

Orgasme adalah puncak kenikmatan dalam aktifitas seksual, dimana pada pria ditandai dengan keluarnya cairan semen dari penis (disebut ejakulasi), sementara pada wanita ada kalanya ditandai dengan keluarnya sejumlah cairan dari dalam vagina sehingga terasa basah. Dalam orgasme terdapat sensasi kenikmatan yang tertinggi, pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul dan titik puncak (klimaks) kepuasan seksual.

Satu hal yang dicari dalam hubungan seksual adalah orgasme atau puncak pencarian erotisme. Hampir semua tindakan erotis diarahkan semata-mata untuk mencapai orgasme. Sebagian orang malah menyebut orgasme sebagai surga dunia.

Orgasme bisa diperoleh melalui hubungan seksual atupun masturbasi. Selama ada rangsangan erotis, maka bisa memunculkan orgasme. Tetapi, tahukah Anda bahwa orgasme juga bisa terjadi saat tidur? Anda tak perlu heran, karena orgasme saat tidur merupakan hal yang normal. Bahkan, orgasme sering kali dimunculkan oleh mimpi yang erotis, misalnya mimpi melakukan hubungan seksual dan mencapai orgasme. Sehingga secara riil, orang yang bermimpi tersebut benar-benar mengalami orgasme, dimana vagina wanita mengalami lubrikasi (pembasahan) dan penis pria mengalami ereksi.

Meskipun orgasme adalah tujuan hubungan seksual, namun penelitian menunjukkan bahwa hanya 75% pria dan 29% wanita yang selalu orgasme saat hubungan seksual dengan pasangannya. Artinya, ada sebagian orang yang tidak pernah orgasme saat melakukan hubungan intim. Bahkan, ada wanita yang menyatakan diri tidak pernah mengalami orgasme seumur hidupnya meski telah menikah puluhan tahun dan memiliki beberapa anak.

Pengertian Orgasme Dari Berbagai Sudut Pandang

Sebagian diantara Anda pernah mengalami orgasme, mungkin tidak akan kesulitan untuk mendefinisikan apa itu orgasme. Meski dalam tataran konsep akademik tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun, setidaknya pengalaman akan orgasme memberikan gambaran kepada Anda tentang orgasme itu sendiri.

Inilah beberapa pengertian orgasme dari berbagai macam sudut pandangnya.

Pengertian Orgasme Menurut Medis

Para peneliti medis mencoba menyimpulkan tentang orgasme berdasarkan apa yang terjadi dalam tubuh seseorang. Satu misal, orgasme diukur dari meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh, perubahan hormonal , perubahan sensitivitas, kontraksi otot, ejakulasi dan lain sebagainya.  Dari simpul diatas, maka seseorang yang dianggap mengalami orgasme apabila tubuhnya telah merespons dengan cara tertentu.

Secara medis, ciri fisik yang paling khas dari orgasme adalah sensasi  yang ditimbulkan oleh kontraksi ritmis berkelanjutan dari otot pubokoksigeus. Bersamaan dengan kontraksi dari sphincter anal (otot cincin yang berfungsi menyempitkan atau meregangkan mulut dubur), rektum dan perineum, rahim dan lapisan luar ketiga vagina (landasan orgasmik), klitoris tertutup clitoral bood, daerah sekitar kelamin yang berwarna merah, labium minor yang berubah warnanya menjadi gelap untuk wanita, serta pembuluh dan otot ejakulator di sekitar penis berubah warnanya untuk pria.

Simak Juga  4 Penyebab Utama Disfungsi Ereksi yang Jarang Disadari Pria!

Hal hal diatas menyusun terjadinya refleks orgasme. Dan umumnya, beberapa kontraksi pertama kuat dan dekat satu sama lain serta terjadi dalam interval sekitar 0,8 detik. Sementara orgasme berlanjut, kontraksi akan berkurang, baik secara intensitas maupun lamanya, dan terjadinya pada interval yang lebih jarang.

Pengertian Orgasme Menurut Psikologis

Para psikiater dan psikolog berpendapat bahwa orgasme berdasarkan pengalaman subyektif tentang kepuasan, rilis, dan perubahan lainnya, seperti emosional dan kognitif. Menurut Freud, yang membedakan vagina dan dari orgasme klitoris yaitu orgasme yang baik datang dari penetrasi vagina, sedangkan yang buruk datang dari rangsangan klitoris.

Orgasme Pada wanita

Orgasme pada wanita sulit untuk didefinisikan, sebab setiap wanita memiliki tingkat penerimaan orgasme yang berbeda-beda. Karena itu, orgasme pada wanita terdiri atas berbagai bentuk, yakni orgasme terputus-putus, orgasme singkat dan orgasme terus menerus dengan waktu yang lebih lama.

Pola orgasme setiap wanita merupakan cermin pribadinya. Harapan pribadi serta budaya yang berkembang di lingkungannya mempengaruhi bagaimana seorang wanita merasakan orgasme. Namun, secara umum, wanita menganggap bahwa orgasme adalah suatu pencapaian kenikmatan tertinggi dalam serangkaian aktifitas seksual. Selama orgasme, wanita merasakan sensasi yang luar biasa dan sebagian diantara mereka terfokus pada keluarnya cairan vagina.

Terjadinya orgasme tersebut disebabkan oleh rangsangan di daerah klitoris, baik rangsangan dari tangan (melakukan masturbasi) maupun gerakan penis saat penetrasi. Dari rangsangan tersebut, terjadilah reaksi spontan di sumsum tulang belakang, sehingga diedarkan ke seluruh saraf yang mengendalikan otot-otot panggul. Namun, tinggi atau tidaknya intensitas reaksi tersebut tergantung pada pikiran wanita itu sendiri.

Kegagalan wanita mencapai orgasme biasanya terjadi lantaran pikirannya sedang tidak menginginkan melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, wanita yang menutup diri dari hal-hal yang berbau seks, namun ia sangat menginginkan untuk bermain seks, biasanya mudah mencapai orgasme.

Baca juga “12  Cara Mudah Agar Wanita Cepat Mencapai Orgasme Tertinggi”

Banyak wanita meyakini bahwa apabila mereka gagal mencapai orgasme selama berhubungan intim berarti mereka tidak feminim. Padahal, wanita sebenarnya lebih mudah mencapai orgasme dibandingkan pria. Hal ini biasanya disebabkan oleh banyak faktor, salahsatunya melalui rangsangan klitoris atau vagina. Namun, sebagian besar wanita lebih sering mengalami orgasme klitoris daripada orgasme vagina (vaginal orgasm).

Simak Juga  3 Cara Konsumsi Akiyo Candy Yang Benar Agar Hasil Maksimal

Orgasme pada masing masing wanita berbeda dalam setiap waktu. Wanita dapat mengarahkan energinya keluar dari pinggul dan naik ke otak, lalu menyebarkan orgasme ke seluruh tubuh. Pada umumnya, saat berhubungan seksual, wanita kurang memuaskan perhatian pada alat kelaminnya. Hal ini mengakibatkan wanita lebih cepat merasakan dan menyebarkan orgasme ke seluruh tubuhnya.

Persamaan dan Perbedaan Orgasme Pada Pria dan Wanita

Secara umum, orgasme pada pria dan wanita memiliki penggambaran yang hampir sama. Orgasme pada pria dapat dijelaskan sebagai sensasi yang sangat hangat dengan diikuti ejakulasi yang tidak bisa ditahan, kemudian dilanjutkan dengan kontraksi terus menerus yang menyenangkan dengan melibatkan otot dasar panggul, sphincter anal, rektum, perinemum dan genital. Akhirnya sensasi itu mengeluarkan atau melepaskan cairan hangat yang dapat diartikan sebagai ejakulasi, dimana semen keluar melalui uretra.

Sementara orgasme pada wanita biasanya digambarkan sebagai perasaan hangat, merinding atau seperti kesemutan yang dimulai dari klitoris kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Sebagian besar wanita juga merasakan kontraksi dari otot bawah panggul.

Mengenai intensitas orgasme yang dialami setiap pria dan wanita diantara satu dengan lainnya berbeda. Terkadang, orgasme bagi satu individu bisa menghadirkan gelombang sensasi yang luarbiasa, sementara bagi individu lainnya hanya merupakan peristiwa yang biasa-biasa saja.

Perbedaan intensitas tersebut biasanya dipengaruhi oleh faktor fisik dan dan psikososial. Faktor fisik, misalnya kondisi fisik yang kurang sehat atau kelelahan dan lamanya waktu sejak orgasme terakhir. Sedangkan faktor psikososial, misalnya pasangan tidak menarik selera, aktifitas seksual yang membosankan dan berbagai suasana hati yang tidak mendukung pencapaian sensasi tertinggi ketika orgasme. Semoga Bermanfaat

6 thoughts on “Orgasme: Pengertian, Persamaan dan Perbedaan Orgasme Pria dan Wanita

  1. rani kania anggraeni says:

    banyak sekali ilmu yang bermanfaat dari sini terimakasih banyak ilmunya
    sukses selalu

Comments are closed.