Kumpulan Tanya Jawab Kesehatan Reproduksi Wanita Terlengkap

Akibat KB Suntik

Tanya

Yang terhormat dr. Rahmania, saya seorang ibu rumah tangga berusia 27 tahun. Beberapa bulan ini, saya mempunyai keluhan pada siklus haid saya, yang menurut saya tidak teratur. Saya mengikuti KB Suntik 1 bulan mulai bulan mei sampai agustus. Kemudian mulai agustus, haid saya keluar banyak dan tidak berhenti-berhenti, dan akhirnya saya periksakan ke dokter. Kata dokter waktu itu ada pendarahan akibat KB/gangguan hormon. Yang ingin saya tanyakan:

  1. Apa benar KB suntik berefek seperti itu, padahal KB suntik sudah saya hentikan sekitar 2 bulan?
  2. Normalkah saya, karena sampai sekarang masih keluar bercak-bercak coklat?

Demikian, atas perhatian dan jawaban dr. Rahamania, saya ucapkan banyak terima kasih.

Titi

Jawaban

Yth. Ny Titi, setelah menyimak masalah yang ibu konsultasikan kepada saya melalui MAYA, saya akan menjelaskan hal-hal yang terkait dengan KB suntik.

KB suntik atau kontrasepsi dengan suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan melalui suntikan hormonal. Adapun jenisnya, adalah yang diberikan satu bulan sekali dan yang tiga bulan sekali. Untuk yang satu bulan sekali, preparat hormon yang diberikan adalah gabungan dari progesteron dan estrogen.

Adapun cara kerja kontrasepsi suntikan yaitu dengan pemberian hormon tersebut dan akan menyebabkan pengentalan mukus serviks, sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma. Hormon tersebut juga mencegah pematangan dan pelepasan sel telur. Endometrium menjadi tipis dan antrofi dengan berkurangnya aktivitas kelenjar. Selain itu, akan merangsang timbulnya haid setiap bulan.

Efektifitas suntik KB telah dibuktikan sangat baik, dengan angka kegagalan yang sangat sedikit. Efek samping dari KB suntik kadang terjadi;

  • Mual
  • Gangguan haid
  • Sakit kepala
  • Pertambahan berat badan
  • Kadangkala wanita mengeluh gairah menurun.

Yang tidak boleh menggunakan KB suntikan, yaitu:

  • Dalam keadaan hamil
  • Riwayat kanker payudara
  • Pendarahan pervaginan yang tidak diketahui penyebabnya

Sesuai dengan penjelasan diatas, maka saya akan menjawab pertanyaan Anda;

  1. Efek samping KB antara lain gangguan haid. Namun demikian, keadaan ibu harus dibuktikan bahwa tidak ada kelainan lain di kandungan. Bila keadaan berlanjut, maka harus dikonsultasikan pada dokter spesialis obgyn.
  2. Melihat lamanya bercak-bercak yang ibu alami, tentu hal ini tidak normal, tetapi harus dilihat penyebabnya. Bila tidak ada kelainan selain gangguan hormon, Anda tak usah khawatir. Tapi, bila ternyata ada penyebab lain, tentunya harus diterapi sesuai anjuran dokter spesialis obgyn.
Simak Juga  5 Efek Samping Bawang Putih yang Wajib Anda Ketahui!

Demikian penjelasan dari saya. Semoag bermanfaat bagi Anda.

Sumber:  Oleh: dr.Hj, Rahmania A lawu, S.pPk, Dokter SMF Patologi Klinik RSU Haji Surabaya

Berhenti dari KB Suntik

Tanya

Yang terhormat dr. Rahmania, saya seorang ibu rumah tangga dengan satu putra. Dulu setelah melahirkan sekitar 3,5 tahun yang lalu, saya mengikuti KB suntik tiga bulan (terakhir bulan oktober). Kemudian, kami memutuskan untuk menambah momongan dan tidak suntik lagi. Tapi, sampai bulan maret, saya tes (tidak haid) masih negatif. Yang ingin saya tanyakan.

  1. Bagaimana cara menetralisir hormon yang ada di badan saya?
  2. Biasanya butuh berapa lama?

Demikian, atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Tatik

Jawaban

Ibu Tatik yang berbahagia. Menurut saya, masalah Anda itu menyangkut reversibilitas (pulihnya kesuburan seseorang setelah penggunaan kontrasepsi dihentikan). Metode ber-KB mempengaruhi tinggi rendahnya reversibilitas, dan reversibilitas itu tidak sama pada setiap wanita.

Ada metode ber-KB dengan reversibilitas tinggi (cepat subur setelah kontrasepsi dihentikan). Contohnya, KB Pil dan IUD (spiral), begitu IUD dilepaskan, pada umumnya seorang ibu cepat subur kembali. Akan tetapi, sebaiknya tidak digunakan untuk wanita yang belum mempunyai anak, karena kadang-kadang berisiko infeksi.

Berbeda dengan metode KB suntik. Metode KB suntik mempunyai reversibilitas yang rendah, maksudnya memerlukan waktu lama untuk subur kembali.

Adapun car bekerjanya adalah menghalangi ovulasi atau pematangan sel telur, mengubah lendir mulut rahim menjadi kental, sehingga menghambat sperma masuk rahim, membuat lapisan dalam rahim menjadi tipis, sehingga embrio sulit menempel. Kembalinya kesuburan setelah metode KB suntik pada tiap orang berbeda, bisa sampai berbulan-bulan.

Adapun jawaban atas pertanyaan Ibu:

  1. Ibu dapat memulihkan kesuburan dengan jalan mengkonsumsi makanan-makanan yang seimbang gizinya. Terutama yang banyak mengandung vitamin A, C, dan E. Dan juga rutin berolahraga, sehingga tubuh bugar. Dengan demikian, hormon akan seimbang kembali. Apakah membutuhkan terapi hormon, harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium untuk melihat keseimbangan hormon Ibu.
  2. Waktu yang dibutuhkan untuk pulih adalah bisa sampai berbulan-bulan. Bila kondisi berlanjut, Ibu dapat berkonsultasi pada dokter spesialis Obgyn.

Demikian, jawaban dari saya. Semoga Allah memberikan kesehatan dan kesuburan pada Ibu.

Agar Cepat Hamil Setelah KB?

Tanya

Bu dr. Rahmania yang saya hormati, saya seorang ibu rumah tangga dengan satu putra berusia 4 tahun 3 bulan. Sejak Juli, saya sudah lepas KB Pil, saya ingin punya anak lagi. Bagaimana ya caranya atau tips dari dr. Rahmania, agar saya segera positif?

Simak Juga  Efek Samping Beras Merah Yang Wajib Anda Pahami!

Atas jawabannya, saya mengucapkan terimakasih

Jawaban

Yth, Ibu Nur, setelah membaca surat yang Anda sampaikan melalui MAYA, saya rasa memang sudah waktunya ibu mempunyai anak lagi. Batasan minimal seorang wanita hamil lagi yang baik adalah minimal 2 tahun. Mengingat setelah 2 tahun baru kondisi fisik telah siap. Sebenarnya, KB yang ibu gunakan setelah berputra satu telah tepat, karena seorang ibu yang menggunakan KB Pil kesuburannya segera pulih kembali. Agar ibu dapat hamil kembali ada beberapa tips yang bisa saya sampaikan.

  1. Mengatur waktu berhubungan.
  2. Sebaiknya Anda berhubungan pada masa subur, yaitu kurang lebih 2-3 hari sebelum atau sesudah masa ovulasi (keluarnya sel telur). Cara menghitung masa ovulasi yaitu lebih kurang 2 minggu sebelum haid berikutnya.
  3. Biasakan mengkonsumsi makanan/minuman yang sehat.
  4. Makan makanan yang bergizi dan seimbang (rutin mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan).
  5. Minum vitamin untuk Bapak dan Ibu, seperti; Vitamin C (salahsatu manfaatnya untuk meningkatkan kualitas sperma). Vitamin E (bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita).
  6. Wanita yang mengkonsumsi asam folat memiliki kesempatan hamil lebih baik.
  7. Untuk Bapak Ibu sebaiknya tidak mengkonsumsi alkohol atau merokok. Penelitian di luar negeri, wanita yang mengkonsumsi alkohol tingkat kesempatan hamilnya lebih rendah. Demikian juga untuk wanita perokok.
  8. Biasakan olahraga.
  9. Lakukan olahraga setiap pagi agar kesehatan tetap terjaga sehingga mempengaruhi hormon-hormon kesuburan.

Apabila ibu belum hamil juga, Ibu dapat berkonsultasi pada dokter spesialis kebidanan dan kandungan, terutama yang menguasai bidang infertility, atau dapat juga berkonsultasi pada dokter spesialis andrologi.

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat untuk Ibu.

Sumber: dr. Rahmania A. Lawu, Sp.PK, Dokter SMF Patologi Klinik RSU Haji Surabaya, via Yatim Mandiri