Konsultasi Kesehatan Anak Balita Bersama Dokter Mulai A-Z

Pengaruh AC Pada Bayi dan Balita

Tanya

Assalamu’alaikum wr.wb.

Yang terhormat dr. Rahmania. Saya ibu rumah tangga mempunyai 1 anak usia 4 tahun. Anak saya sudah terbiasa tidur malam memakai AC (pendingin ruangan) sejak ia berusia 2 tahun. Tetapi temperatur AC tersebut hanya 23 derajat celcius. Dan alhamdulillah kesehatannya tidak terganggu.

Namun saya khawatir kalau anak saya jadi terbiasa memakai pendingin ruangan secara terus menerus, akan berakibat buruk terhadap kesehatannya. Yang saya tanyakan:

  1. Apakah dampak bagi kesehatan anak saya jika menggunakan AC secara terus menerus?
  2. Berbahayakah jika balita sudah memakai AC jika tidur?

Demikian pertanyaan saya, atas jawaban dokter saya mengucapkan banyak terima kasih.

Wassalam.

Donatur

Jawaban

Wa’alaikumsalam wr.wb.

Ibu donatur yang terhormat. Menurut saya penggunaan AC tidak sampai berpengaruh buruk bagi penggunanya. Justeru pada cuaca yang panas dapat membuat istirahat kita lebih optimal (tidur lebih nyenyak) sehingga dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Namun demikian beberepa hal yang harus dieperhatikan, yaitu:

  1. Suhu AC yang tepat untuk iklim tropis harus terjaga, yaitu 21-15 derajat celcius. Suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan kekeringan kulit terutama pada anak balita.
  2. Pengggunaan AC jangan terus menerus (sebaiknay pada saat tidur saja), karena penggunaan AC terus menerus juga dapat menyebabkan kekeringan kulit.
  3. Blower (fun speed) pada AC sebaiknya tidak distel terlalu kencang (paling rendah saja) karena dapat menyebabkan debu-debu beterbangan yang dapat memicu batuk-batuk alergi.

Dari hal tersebut dapat saya jawab:

  1. Penggunaan AC bagi kesehatan dapat berpengaruh baik maupun buruk tergantung dari cara kita mengaturnya.
  2. Penggunaan AC pada usia balita tidak berbahaya dengan pengaturan suhu dan fan speed yang benar. Juga tidak terus menerus dipakai. Jangan lupa sering minum air putih untuk menjaga kelembaban kulit dan kesehatan tenggorokan.

Demikian penjelasan saya, semoga Allah Ta’ala melindungi kesehatan ibu sekeluarga.

Sumber: dr.Hj. Rahmania A Lawu, S.pPk, dokter SMF Patologi RSU Haji Surabaya

Mengatasi Insomnia Pada Anak

Tanya

Saya mempunyai seorang anak dengan usia balita, namanya Silvia. Sudah hampir satu bulan ini, Silvia mengalami gangguan tidur. Ia seringkali rewel karena susah untuk tidur atau memejamkan mata. Bahkan pernah ia hanya tertidur malam selama 2 jam saja. Dan paginya, anak saya jadi terlihat pucat. Saya pun jadi khawatir dengan kondisi anak saya.

Yang ingin saya tanyakan:

  1. Apakah anak saya mengidap insomnia?
  2. Bagaimana cara mengobati penyakit insomnia pada anak?

Demikian, atas perhatian dan jawabannya, saya mengucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Ayunda, Bogor

Jawaban

Terimakasih ibu Ayunda atas pertanyaannya. Insomnia adalah suatu kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk memulai tidur atau mempertahankan tidur (bila sudah tertidur akan mudah terbangun, setelah itu susah untuk tidur kembali), dan akan diikuti oleh gangguan fungsional tubuh saat bangun akibat kurangnya istirahat.

Insomnia bisa disebabkan oleh gangguan psikologis ataupun karena penyakit tertentu. Penyebab gangguan tidur pada anak bisa bervariasi penyebabnya, antara lain:

Pertama, kebiasaan tidur yang jelek. Kebutuhan normal pada anak yaitu:

  • Usia 1-4 bulan : 14,5 -15,5 jam perhari.
  • Usia 4-12 bulan : 14-15 jam perhari.
  • Usia 1-3 tahun : 12-14 jam perhari.
  • Usia 3-6 tahun : 10 3/4 – 12 jam perhari.
  • Usia 7-12 tahun : 10-11 jam perhari.
  • Usia 12-18 tahun: 8 1/4 – 9,5 jam perhari.

Pertama, penyebab susah tidur dapat diakibatkan karena waktu tidur yang tidak teratur, terlalu lama tidur siang, terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula atau lemak sebelum tidur. Pada anak yang lebih besar gangguan tidur dapat terjadi bila terbiasa mengerjakan PR hingga terlalu larut malam.

Kedua, akibat faktor emosi dan fisik. Bila anak mengalami gangguan mood, memiliki masalah dengan teman sebaya, cemas terhadap sesuatu merupakan penyebab susah tidur. Sementara itu dari segi fisik bisa karena sedang pilek, perut tidak nyaman, alergi, sedang tumbuh gigi pada bayi ataupun sering menderita asma saat malam hari.

Ketiga, keadaan lingkungan sekitar. Lingkungan tidur tidak nyaman dapat membuat anak susah tidur, seperti suhu kamar terlalu panas atau terlalu dingin, suasana bising, baju tidur tidak nyaman atau popok basah.

Cara mengatasi susah tidur pada anak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Memperbaiki pola tidur. Ajari anak untuk tidur dengan waktu yang teratur tiap malam. Aktivitas atau kegiatan belajar harus didahulukan agar tidak mengganggu waktu tidur. Serta usahakan jangan tidur siang terlalu lama.
  2. Perbaiki masalah kesehatan.
  3. Untuk anak yang sudah bisa diajak berbicara, cobalah untuk menanyakan apakah ada suatu masalah yang menyebabkan susah tidur, seperti apakah ada masalah dengan teman atau guru.
  4. Buat suasana tidur senyaman mungkin dengan pengaturan suhu dan baju tidur yang nyaman.

Bila cara ini sudah dilakukan tetapi masih mengalami kesulitan tidur, ada baiknya ibu memeriksakan si kecil ke Dokter Anak terdekat. Demikian, semoga bermanfaat.

Oleh: dr. Rima Hayyu Chrisnanda, Dokter Klinik Rumah Sehat Mandiri

Rewel setelah Diimunisasi

Tanya

Saya Anang, ayah dari seorang putri. Berikut ini sekilas riwayat anak Kami; anak saya usia baru 2 bulan, dikasih ASI sama susu formula (campur), berat badannya 5,8 kg.

Beberapa hari yang lalu, anak saya diurut dan pijat badannya oleh orang yang sering memijat bayi. Ketika diurut bagian leher belakang, bayi nangis seperti kesakitan, katanya yang memijat ini mungkin masuk angin, soalnya waktu di pijat bayi nangis kencang.

Yang ingin saya tanyakan:

  1. Sehabis suntik imunisasi, bekas disuntik di bagian tangan jadi timbul seperti bisul, hal ini apakah normal?
  2. Selain itu, anak saya jadi rewel setelah imunisasi, tindakan apa yang perlu dilakukan?
  3. Apakah boleh bayi dipijit? kalau benar karena masuk angin, tindakan yang benar seperti apa?

Demikian, atas perhatian dan jawabannya, saya mengucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Anang Garut

Jawaban

Wa’alaikumsalam wr.wb. Terimakasih bapak Anang atas pertanyaannya. Berdasarkan keterangan bapak mengenai lokasi penyuntikan, putri bapak mendapatkan imunisasi BCG (Bacille Calmette – Guerin), adalah vaksin untuk Tuberkulosis (TBC). BCG wajib diberikan pada bayi dibawah 2 tahun.

Imunisasi BCG biasanya akan menimbulkan bekas berupa jaringan parut bulat berdiameter 4-8 mm. Borok akan sembuh sendiri dalam 2-3 bulan. Luka bekas imunisasi tidak boleh digosok, cukup kompres air hangat.

Sangat wajar apabila sesuai imunisasi anak menjadi rewel. Hal tersebut bisa disebabkan karena rasa tidak nyaman pada lokasi penyuntikan atau reaksi imunisasi pada tubuh seperti demam dan tidak enak badan. Bila sehabis imunisasi anak menjadi demam, sebaiknya diberi penurun panas (contoh; parasetamol, ibuprofen) jangan lupa untuk memberi minum ASI untuk membantu menurunkan demamnya.

Sementara itu, untuk pijat bayi sendiri mempunyai keuntungan bila dilakukan secara benar, seperti mengurangi kebiasaan menangis, menaikkan berat badan, membuat bayi mudah tidur, dan lainnya. Yang perlu diketahui, bayi tidak boleh di pijat saat sedang sakit.

Pijat dapat dilakukan sendiri di rumah oleh si ibu. Menurut Depkes, pemijatan dapat dilakukan dengan cara; gosokkan baby oil ke tubuh bayi. Pijatan dengan lembut, dengan telapak tangan atau jari. Pijatlah dengan ringan secara melingkar di dada dan perut, pijat kedua bahu, turun ke bawah di lengan dan kaki lalu kembali ke atas pada bagian punggung. Jangan terlalu banyak memberi tekanan pada tubuh bayi yang rapuh dan hindari daerah tulang belakang.

Masuk angin tidak ada dalam bahasa medis. Bila bayi rewel dan diserati dengan kembung tidak perlu di pijat, cukup digosok dengan minyak telon dan diberi selimut supaya hangat.

Oleh : dr. Rima Hayyu Chrisnanda, Dokter Klinik Rumah Sehat Mandiri

Bagaimana Cara Supaya Anak Tidak Obesitas?

Tanya

Saya mempunyai anak balita yang sehat dan gemuk. Sejak usianya menginjak 4 tahunan, anak saya senang sekali makan dan ngemil. Karena kebiasaannya tersebut, kini berat badan anak saya hampir 25 kg dengan tinggi badan sekitar 80 cm. Tetangga menghimbau saya untuk mengatur pola makan anak saya agar tidak terjadi obesitas. Yang ingin saya tanyakan adalah:

  1. Apakah obesitas pada balita dapat berpengaruh buruk pada kesehatannya?
  2. Adakah tips untuk menjaga pola makan agar anak tidak mengalami obesitas?

Demikian pertanyaan yang saya ajukan, atas jawabannya, saya mengucapkan terimakasih.

Ningrum, Serang

Jawaban

Bu Ningrum. Angka kejadian obesitas saat ini memang mengalami kenaikan di belahan dunia manapun. Dari data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan terdapat 2,3 miliar orang dewasa yang memiliki berat badan berlebih pada tahun 2015 dan 700 juta diantaranya adalah obesitas. Obesitas merupakan masalah di era modern.

Peningkatan jumlah penderita obesitas dipengaruhi oleh maraknya makanan cepat saji (fast food) yang tidak sehat dan banyaknya kemajuan teknologi yang menyebabkan seseorang malas bergerak. Berdasarkan data WHO tahun 2005 sedikitnya 20 juta anak dibawah 5 tahun mengalami obesitas dan hal ini telah menjadi masalah yang serius di negara Amerika. Di Indonesia sendiri jumlahnya meningkat sejak 10 tahun terakhir. Bahaya pbesitas pada anak antara lain:

  1. Gangguan pola makan. Bila sejak dini seorang anak sudah mengendalikan pola makan, kebiasaan buruk ini dapat terbawa sampai dewasa.
  2. Aktivitas fisik terganggu karena mudah lelah. Hal ini dapat mempengaruhi prestasi akademiknya.
  3. Gangguan pernafasan. Salah satu tandanya adalah ketika tidur, anak suka mendengkur.
  4. Berisiko menimbulkan penyakit berbahaya di kemudian hari, seperti hipertensi, kencing manis dan penyakit jantung koroner bila tidak dikontrol sejak dini.
  5. Dapat mempengaruhi psikisnya seperti depresi dan rendah diri.

Cara Mengatasi obesitas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Makan teratur. Perbanyak asupan buah dan sayur. Usahakan menghindari makanan yang digoreng. Karena banyak minyak dapat menambah kalori.

Menghindari makanan atau minuman manis. Termasuk minuman bersoda yang mengandung banyak gula. Jika anak Anda masih minum susu, kurangi jumlah gula dalam susunya. Banyak gula berarti makin banyak asupan kalori masuk dalam tubuh.

Mengatur konsumsi makanan cepat saji. Sebaiknya makanan cepat saji hanya dikonsumsi sebulan sekali atau dua kali dengan jumlah terbatas.

Biasakan makan di meja makan atau tidak makan dengan menonton televisi. Makan sambil menonton membuat anak akan cenderung makan lebih banyak. Hindari juga makanan camilan saat menonton tv.

Mengajak anak untuk lebih sering bergerak. Seperti mengajak jalan sore, berenang atau bersepeda.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Ingat pencegahan obesitas harus dimulai sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga Anda.

Oleh: dr. Rima Hayyu Chrisnanda, Dokter Klinik Rumah Sehat Mandiri

Bagaimana Cara Mengatasi Mikrosefalus?

Tanya

Yang terhormat Ibu dr. Rahmania. Saya donatur Yatim Mandiri ingin berkonsultasi. Begini dokter, anak saya terkena microcephaly. Saya mohon bantuan obat yang murah untuk merangsang syaraf motoriknya. Saya pernah ke RSU dr. Soetomo Surabaya, dan oleh dokternya diberikan nootropil. Adakah yang lebih murah dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan nootropil itu dokter? Terimakasih

Wassalam

Donatur

Jawaban

Bapak-Ibu donatur. Setelah membaca surat yang Anda tujukan kepada saya, menurut saya langkah Anda memeriksakan putra Anda ke RS besar sudah tepat, mengingat keadaan putra Anda menderita microcephaly membutuhkan pemeriksaan rutin oleh dokter spesialis saraf.

Menurut Anda, obat yang diberikan adalah nootropil (nama merek dagangnya). Nootropil adalah obat dengan kandungan piracetam (nama generiknya). Pirecetam adalah obat yang tergolong nootropik atau obat yang berfungsi meningkatkan kemampuan kognitif manusia (fungsi dan kapasitasnya). Pirecetam juga meningkatkan daya ingat dan beberapa macam proses belajar pada manusia. Disamping itu juga menunjang kelancaran informasi antara otak kiri dan kanan. Dengan lancarnya informasi tersebut, kratifitas dapat berkembang.

Anda dapat menyampaikan pada dokter spesialis saraf putra Anda tersebut, apakah dapat digunakan obat generik saja (pirecetam) supaya lebih ekonomis.

Saya menganjurkan kepada Anda untuk memberikan vitamin-vitamin yang diperlukan oleh sistem saraf manusia. Seperti vitamin B1 (thiamin) yang berguna antara lain untuk meningkatkan memori, vitamin B6 dan B12 (mecobalamin) yang berguna antara lain untuk kerja normal sel saraf.

Demikian jawaban dari saya, semoga Allah Ta’ala selalu melindungi kesehatan putra Anda.

Oleh: dr.Hj, Rahmania A lawu, S.pPk, Dokter SMF Patologi Klinik RSU Haji Surabaya

Makanan Pendamping ASI Pada Balita

Tanya

Saya dalah seorang ibu yang mempunyai bayi berusia 6 bulan. Beberapa minggu lalu, suami saya memberikan saran untuk memberikan bubur atau makanan pendamping ASI untuk anak kami.

Namun berhubung ini anak kami yang pertama, saya masih belum berani memberikan makanan pendamping ASI. Yang ingin saya tanyakan:

  1. Bagaimana cara mengenalkan makanan pendamping ASI yang tepat untuk anak saya?
  2. Bahan bahan makanan apa saja yang bagus untuk gizi pertumbuhan bayi usia 6 bulan?

Demikian atas perhatian dan jawaban dari dokter, saya mengucapkan terima kasih.

Yaniar Ayu, Semarang

Jawaban

Bayi memang sebaiknya dimulai dikenalkan pada makanan padat ketika usianya sudah diatas 6 bulan. Hal ini sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pada usia diatas 6 bulan, kebutuhan gizi bayi sudah lebih besar sehingga pemberian ASI saja adalah kurang. Pentingnya pengenalan MP ASI adalah untuk:

  1. Mendukung perkembangan penginderaan mulai dari pengecapan, peraba, penciuman, pendengaran, penglihatan.
  2. Mengenal makanan dengan berbagai macam variasi warna, rasa, tekstur, dan suhu.
  3. Dengan pengenalan makanan yang tepat dapat mendukung tumbuh kembang dan kematangan sistem otak.

Untuk memulai pengenalan MP ASI perlu diperhatikan hal berikut:

  1. MP ASI diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2-3 sendok sekali sehari pada saat pertama, lalu tingkatlan jumlah dan frekuensinya.
  2. Tepung beras sangat baik digunakan sebagai bahan MP ASI karena sangat kecil kemungkinannya menyebabkan alergi pada bayi.
  3. Mulai dengan mengenalkan sayur daripada buah.
  4. Hindari penggunaan garam dan gula, karena hingga 7 bulan fungsi ginjal belumbaik.
  5. Untuk menambah cita rasa alami, MP ASI bisa menggunakan kaldu ayam, sapi, atau ikan. Jangan menggunakan bumbu penyedap.
  6. Jangan terlalu banyak mencampur banyak makanan pada awal pemberian MP ASI, namun cukup satu persatu saja.
  7. Telur bisa diberikan kepada bayi sejak umur 6 bulan, tetapi pemberiannya bagian kuning terlebih dahulu, karena bagian putih telur dapat memicu reaksi alergi.
  8. Pengolahan MP ASI harus higienis dan alat yang digunakan juga diperhatikan kebersihannya.

Sedangkan untuk cara pemberiannya, pada usia 6 bulan tekstur makanan harus semi cair seperti bubur susu atau biskuit bayi yang diberi susu. Pemberian bubur sering dilakukan pada saat bayi berusia 7 bulan, hal ini baik untuk merangsang kemampuan mengunyah. Pada usia 9 bulan bayi sudah dapat mulai diberikan makanan yang lebih padat seperti nasi lembek.

Untuk nutrisi yang harus terkandung dalam makanan bayi adalah sebagi berikut:

  1. Tinggi kalsium, berfungsi sebagai nutrisi untuk pemadat dan pertumbuhan tulang. Zat ini terdapat pada bayam, brokoli, pisang, alpukat, sarden, tahu dan tempe.
  2. Zat besi, kolin, omega 3, dan omega 6 berfungsi untuk menstimuli perkembangan otak. Zat ni terdapat pada hati sapi, sarden, makarel, telur, bayam, kentang dan labu.
  3. Vitamin dan mineral yang mendukung tumbuhan kembang fisik, berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh. Vitamin dan mineral banyak terkandung dalam buah maupun sayuran.

Oleh: dr.Rima Hayyu Chrisnanda, Dokter Klinik Rumah Sehat Mandiri 

Balita Sering Panas Jika Kecapekan

Tanya

Dokter, saya ingin menanyakan mengenai kondisi putri saya. Saya memiliki seorang putri bernama Raisya, yang saat ini berusia 5 tahun. Raisya sulit untuk makan sayur maupun buah, tetapi senang makanan jajanan maupun es yang dibeli di warung sebelah rumah.

Namun setiap kali Raisya kecapekan, ia selalu panas dan sulit untuk makan. Selain itu Raisya juga sering mendengkur saat tidur. Mohon penjelasan terhadap kondisi putri saya dan bagaimana cara mengatasinya. Terima kasih

Nisya, Gresik

Jawaban

Menanggapi surat  Ibu Naisya, saya jadi teringat keutamaan merawat anak perempuan seperti sabda Rasulullah SAW,“Barangsiapa diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa neraka.” (HR.Muslim).

Ibu Naisya, anak-anak di usia Raisya biasanya masih sulit untuk makan sayur dan buah. Oleh sebab itu, perlu dukungan dari keluarga untuk mengenalkan jenis  makanan ini. Pengenalan jenis makanan, baik sayur maupun buah, dapat dilakukan dengan menghidangkan dalam sajian yang menarik. Kemudian memberikan contoh saat orangtua mengkonsumsinya, maka anak bisa diajarkan sambil menjelaskan manfaatnya. Pada anak yang lebih kecil dapat dilakukan dengan menyuapinya.

Jajajan maupun es, sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, sebab dapat menyebabkan anak cepat kenyang, bosan serta malas untuk menyantap makanan lain. Selain itu, kandungan makanan pada jajanan yang mengandung pewarna maupun pengawet tidak baik untuk si kecil.

Kadangkala bahan bahan kimia yang ada di dalamnya memicu timbulnya  penyakit seperti radang tenggorokan. Sehingga ada baiknya agar lebih selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi.

Ketika Raisya sakit, sebaiknya ditanyakan apakah ada nyeri saat menelan atau rasa panas ditenggorokan. Jika da, kemungkinan terdapat tonsilitis, faringitis, maupun kombinasi keduanya.

Tonsilitis adalah radang pada tonsil atau biasa disebut amandel. Sedangkan, faringitis adalah radang pada faring atau biasa disebut tenggorokan. Kombinasi keduanya berarti radang pada tonsil dan faring.

Radang, baik pada tonsil maupun faring, dapat disebabkan oleh infeksi maupun non infeksi. Infeksi disebabkan oleh bakteri maupun virus, sementara non infeksi paling sering disebabkan oleh iritasi maupun alergi. Pada Raisya, jajanan yang sering dikonsumsi dapat menjadi faktor pemicu terjadinya iritasi, yang juga dapat disertai infeksi akibat maupun  virus.

Tonsilitis akut, faringitis maupun keduanya memiliki gejala nyeri telan, demam, tidak enak badan, sakit kepala, batuk, kadang sampai muntah. Tonsilitis kronis yaitu radang pada tonsil yang terjadi berulang dalam jangka lama. Penyakit ini akan menyebabkan pembengkakan pada tonsil, sehingga ukurannya tampak membesar. Hal ini menyebabkan anak kesulitan bernafas dan mendengkur saat tidur.

Selain itu, tonsilitis kronis ini akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga anak mudah sakit, terutama saat kelelahan. Penurunan daya tahan tubuh ini karena tonsil yang seharusnya menjadi garda depan perlindungan terhadap kuman, malah menjadi sarang kuman.

Penanganan terhadap penyakit ini tergantung letak radang, umur penderita, kekambuhan dan efek penyakit tersebut terhadap kualitas hidup.

Terdapat dua cara penanganan, yaitu medis dan non medis. Medis dilakukan oleh dokter dapat berupa pemberian obat-obatan dan tindakan operatif jika diperlukan. Non medis dapat dilakukan dengan peningkatan daya tahan tubuh untuk mengurangi keparahan dan kekambuhan. Hal ini dapat dilakukan dengan berolahraga, istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, mengurangi konsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa, pewarna, pemanis buatan maupun pengawet.

Pada Raisya,, karena sering kambuh, ada baiknya bila Raisya diajak untuk berkunjung ke dokter supaya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga dapat memastikan penyakit , penyebab serta penanganannya.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat.

dr. Rum Wijayanti, dokter Klinik Rumah Sehat Mandiri

Bakteri Berbahaya Dalam Susu Formula

Tanya

Saya seorang ibu yang memiliki seorang anak. Selama ini, anak saya mengkonsumsi susu formula. Karena sekarang ada berita tentang bakteri berbahaya yang terkandung dalam susu formula, saya sekarang menjadi khawatir akan resikonya terhadap perkembangan anak saya yang sudah terlanjur mengkonsumsi susu formula. Karena saya memberikan susu formula untuk menambah menu makanan yang sehat pada anak saya tersebut.

Yang ingin saya tanyakan:

  1. Apa resiko atau efek bagi anak yang sudah terlanjur mengkonsumsi susu formula yang dikhawatirkan mengandung bakteri berbahaya?
  2. Seberapa pentingkah susu formula bagi seorang anak?
  3. Usia berapa sampai berapa tahun anak diharuskan mengkonsumsi susu formula?
  4. Jika saya tidak lagi mampu untuk membeli susu formula, adakah pengganti susu foemula untuk bisa melengkapi menu sehat anak saya ?

Mohon penjelasan dari dokter Rahmania. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Donatur

Jawaban

Yang terhormat ibu donatur, untuk menjawab pertanyaan ibu, saya akan menjelaskan beberapa hal tentang makanan sehat untuk anak. Untuk hal tersebut, saya berkonsultasi dengan Poli Tumbuh Kembang RSU Haji Surabaya.

Susu formula yang beredar dan sedang diberitakan mengandung bakteri berbahaya tentu mengkhawatirkan. Tapi menurut saya keadaan itu adalah sesaat saja, tidak mungkin terus menerus. Apabila anak terserang bakteri tersebut akan didapatkan gejala pada saluran pencernaan, yaitu: awalnya tidak nafsu makan, diikuti mual-mual, muntah, mencret, dan dapat terjadi panas.

Bila didapati gejala ini harus segera dikonsultasikan ke dokter umum atau ke dokter spesialis anak. Bila keadaan tersebut terjadi berkepanjangan dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Susu formula sangat penting bagi seorang anak, terutama bila ASI tidak mencukupi. Susu formula termasuk makanan pengganti ASI (MP-ASI). MP-ASI definisinya adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung nutrisi yang diberikan kepada bayi selama periode pemberian makanan peralihan, yaitu pada saat makanan atau minuman lain bersama pemberian ASI.

Prinsip pemberian MP-ASI, yaitu:

  1. Berilah ASI eksklusif  sejak lahir sampai 6 bulan, selanjutnya tambahkan MP-ASI mulai usia 6 bulan, sementara ASI dilanjutkan.
  2. Lanjutkan ASI sesuai keadaan sampai 2 tahun atau lebih.
  3. Terapkan perilaku hidup bersih dan higienis serta penanganan makanan yang baik dan tepat.
  4. Mulai pemberian MP-ASI pada usia 6 bulan dengan jumlah sedikit, kemudian secara bertahab dinaikkan sesuai usia bayi, sementara ASI tetap sering diberikan.
  5. Secara bertahab, kepadatan variasinya ditambah sesuai kebutuhan dan kemampuan bayi.
  6. Berikan variasi makanan yang kaya akan nutrisi untuk memastikan bahwa seluruh kebutuhan nutrisi terpenuhi.
  7. Gunakan MP-ASI yang diperkaya dengan vitamin dan mineral bila perlu.

Menurut para dokter spesialis anak, seorang anak membutuhkan susu formula tergantung kebutuhan tubuhnya, tetapi sebaiknya sampai usia 4 tahun. Apabila tidak mampu membeli susu formula, dapat menggunakan menu makanan bergizi yang bervariasi. Dan yang terpenting adalah terpenuhi protein dan kalsiumnya dimana terdapat dalam daging-dagingan, tahu, tempe, ikan dan lain-lain.

Demikian jawaban dari saya. Semoga bermanfaat.

Oleh: dr. Hj. Rahmania A Lawu, SpPK, Dokter SMF Patologi Klinik RSU Haji Surabaya

Sumber: Yatim Mandiri