Kanker Payudara: Penyebab, Gejala, Jenis dan Cara Mencegah Lebih Dini!

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang wanita, meski tidak menutup kemungkinan dapat menyerang kaum laki laki. Penyebab kanker payudara sendiri sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun beberapa hal berikut merupakan penyebab munculnya kanker payudara.

Faktor Genetis

Dua jenis gen yakni BRCA1 dan BRCA2 merupakan dua jenis gen yang menyebabkan terjadinya kanker payudara. Jika seorang wanita mengidap kanker payudara maka kemungkinan turunannya berisiko terkena penyakit kanker payudara dibanding wanita yang tidak memiliki ibu atau nenek nenek mereka yang tidak terkena penyakit kanker payudara.

Faktor Obat Obatan

Seorang wanita yang melakukan terapi obat hormon pengganti seperti hormon eksogen, maka akan berisiko terkena serangan kanker payudara. Hormon eksogen adalah hormon yang dihasilkan dari luar tubuh dan terbuat dari bahan non alami seperti  bahan sintetis yang menimbulkan rangsang serupa seperti hormon alami.

Fakor Usia

Faktor usia merupakan faktor umum, artinya setiap wanita mulai usia remaja hingga usia dewasa berpotensi terkena serangan kanker payudara.

Faktor Lain

Kanker payudara juga berpotensi menyerang wanita yang tidak menikah, menikah namun belum dikaruniai momongan, melahirkan anak pertama di usia 35 tahun ke atas, tidak pernah menyusui dan wanita yang mengalami menstruasi di bawah usia 11 tahun.

Gejala Kanker Payudara

Gejala berikut merupakan sinyal bahwa Anda sedang terserang penyakit kanker payudara. Gejala dini munculnya kanker payudara adalah jika Anda merasakan adanya benjolan aneh di sekitar jaringan payudara dan atau salah satu payudara Anda nampak lebih besar dibanding sisi yang lain.

Benjolan tersebut pada awalnya kecil dan tidak terasa sakit sama sekali, tapi lama kelamaan benjolan tersebut makin membesar dan melekat pada kulit. Oleh karena itu perhatikan sekecil apapun perubahan yang terjadi pada payudara Anda. Sebab hal demikian merupakan tanda tanda terjadinya serangan kanker payudara. Pada fase berikutnya adalah ketika benjolan tersebut mulai terasa sakit saat ditekan atau dipijat ringan.

Sinyal lain yaitu, keluarnya cairan yang tidak normal dari puting susu. Cairan cairan tersebut berupa nanah, darah dan cairan encer. Namun cairan tersebut bisa berupa keluarnya air susu pada wanita yang tidak hamil atau tidak menyusui

Simak Juga  29 Tanaman Obat Impotensi Yang Terbukti Ampuh Dan Melegenda

Selain sinyal diatas, gejala lain yaitu kondisi puting susu mengalami pengerutan ke arah dalam, puting susu mulai berwarna merah muda hingga akhirnya puting susu berwarna kecoklatan dan membengkak.

Jenis Kanker Payudara

Ada dua jenis (tipe) kanker payudara yang umumnya menyerang wanita. Jenis jenis tersebut disimpulkan setelah melalui proses pemeriksaan yang disebut dengan mammogram. Melalui proses pengambilan sampel jaringan payudara maka akan diketahui tipe atau jenis kanker payudara tersebut. Berikut jenis jenis kanker payudara;

Kanker Payudara Non-Invasive

Kanker payudara jenis ini terjadi pada kantung susu, yaitu terletak pada penghubung antara kelenjar payudara yang memproduksi air susu (alvelos) dengan puting susu. Pada tipe kanker payudara ini, kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.

Kanker Payudara Invasive

Jenis kanker payudara ini kondisinya telah menyebar ke bagian luar kantung susu dan menyerang jaringan di sekitarnya. Parahnya, jenis Invasive ini dapat menyebar hingga ke bagian bagian tubuh lainnya melalui peredaran darah. Kelenjar yang mudah terserang jenis kanker payudara invasive adalah kelenjar limpa.

Cara Pencegahan

Sebelum kanker payudara menyerang Anda, maka cara pecegahan merupakan cara cerdas agar Anda terbebas dari serangan kanker payudara yang mematikan. Berikut tips cegah kanker payudara;

Konsumsi Makanan Antioksidan

Makanan dengan kandungan antioksidan tinggi merupakan terapi alami untuk mencegah terjadinya serangan kanker secara umum, termasuk serangan kanker payudara. Antioksidan merupakan sumber utama pencegah terjadinya radikal bebas. Radikal bebas sendiri dibentuk oleh oksidasi dan antioksidan adalah zat kimia yang mampu mencegah suatu tipe oksidasi.

Salahsatu enzim yang bekerja seperti antioksidan adalah superoxide dismutase. Sedang sumber antioksidan alami dapat Anda peroleh dari bahan alami seperti sayur, buah, vitamin C, Vitamin E serta Batakaroten.

Peningkatan Kadar Antioksidan

Selain konsumsi makanan yang kaya akan zat antioksidan, Anda juga dapat meningkatkan kemampuan daya antioksidan dalam tubuh Anda dengan cara mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi dan menghindari makanan yang digoreng, dibakar dan dipanaskan dalam jangka waktu lama.

Simak Juga  Terbaru! Efek Samping dan Bahaya Royal Kiraz Candy Turki Yang Wajib Anda Ketahui

Asupan kaya akan omega-3 merupakan solusi tepat untuk perlindungan tubuh Anda dari pembentukan dan aktifitas lemak lemak berbahaya dalam tubuh.

Olahraga Teratur

Dengan melakukan olahraga secara teratur dan terjadwal dapat meminimalisir terjadinya serangan kanker payudara. So buat wanita yang berolahraga secara rutin, teratur dan terjadwal, maka resiko serangan kanker payudara lebih rendah dibanding wanita yang tidak memiliki jadwal olahraga.

Diet Sehat

Melakukan diet sehat, diet sehat yang dimaksud adalah diet dengan kandungan kaya akan serat, diet rendah lemak serta menghindari daging yang terlalu lama di masak. Maka resiko serangan kanker payudara juga dapat diminimalisir.

Operasi Pencegahan

Salahsatu jenis pencegahan serangan kanker payudara adalah dengan melakukan operasi. Operasi yang dimaksud adalah prophylactit mastecomy, yaitu operasi pengangkatan satu atau kedua payudara yang mempunyai resiko terkena serangan payudara. Jenis operasi ini dapat mengurangi hingga 90% terjadinya perkembangan kanker payudara pada wanita.Meski mastektomi dapat meminimalisir perkembangan kanker payudara, namun sejumlah jaringan kecil payudara bisa tertinggal di dinding dada dan ketiak. So sebelum melakukan masektomi Anda perlu mempertimbangkan lebih matang dan melakukan konsultasi intensif dengan dokter Anda. Sebab apapun bentuk pencegahan dengan cara operasi tentu akan berdampak tejadinya implikasi dan efeksamping pasca operasi tersebut. Semoga bermanfaat, Salam Sehat dan Bahagia untuk Anda dan Keluarga.