Ejakulasi Wanita, Apakah Seperti Pria Atau Berbeda?Wajib Baca

Permasalahan yang mencuat terkait dengan perilaku hubungan intim antara suami istri bisa saja terletak pada pencapaian puncak pada wanita yang dalam hal ini cenderung sedikit menimbulkan suatu perdebatan.

Dengan kata lain, jika seorang pria dikatakan mengalami orgasme dengan dibarengi kejadian keluarnya sperma saat berhubungan intim dan  selanjutnya disebut dengan ejakulasi. Lantas, bagaimana dengan wanita? Apakah ejakulasi pada wanita juga demikian? Atau bahkan mungkin tidak ada ejakulasi pada wanita?

Merujuk pada pernyataan yang disampaikan oleh pihak dokter Laura Berman, PhD yang notabene merupakan konsultan seks sekaligus terapis dari Universitas Chicago, terkait dengan permasalahan ejakulasi pada wanita.

Berman mengungkapkan, bahwa ejakulasi pada wanita sangatlah mungkin terjadi dengan penelitian yang menunjukkan sekitar 40% wanita di dunia-pun ternyata mengalaminya. Meskipun di lain sisi hal ini sangatlah sulit dipahami mengingat tidak adanya bukti kuat atas permasalahan tersebut.

Perlu dipahami, bahwa ejakulasi dan orgasme sangatlah berbeda dilihat dari pengertiannya. Dalam hal ini, orgasme cenderung pada kepuasan mental dan spiritual atas hubungan intim. Sedangkan ejakulasi merupakan keluarnya cairan dari alat kelamin dengan ditandainya perasaan seperti buang air kecil setelah dilakukannya perangsangan pada G-spot. Untuk ejakulasi pada wanita bisa saja muncul berulang kali atau bahkan setelah mengalami kondisi orgasme.

Untuk tampilan cairan ejakulasi pada wanita ini pada hakikatnya sangatlah beragam, di mana beberapa wanita memiliki warna keruh serta lengket atau ada juga yang berwarna putih susu. Beberapa wanita akan mengeluarkan cairan ejakulasi yang jumlahnya juga berbeda di setiap sesi bercinta.

Bisa saja seorang wanita di sesi pertama mengeluarkan jumlah yang banyak dan selanjutnya akan berkurang secara kuantitasnya. Selanjutnya, terkait dengan kandungan di dalamnya, cairan ejakulasi pada wanita ternyata juga mengandung phosphotase seperti halnya pada sperma pria.

Terkait dengan asal usul dari cairan ejakulasi pada wanita ini ternyata tidak semua peneliti bisa memberikan penjelasan secara jelas dan terperinci. Dikatakan, bahwa banyak dari mereka yang belum mengetahui secara pasti akan hal tersebut.

Beberapa menyebutkan, jika pada tahun 2000 yang lalu, banyak peneliti yang memprediksi jika cairan tersebut berasal dari kelenjar paraurethral yang terletak pada dinding vagina bagian depan yang posisinya ada di bawah saluran kencing. Oleh sebab itu, anggapan ejakulasi pada wanitapun kemudian mencuat dengan adanya pemaparan yang tersebut di atas.

Masalah ejakulasi yang dialami oleh wanita ternyata serupa dengan apa yang dialami oleh pria. Namun, pada wanita, ejakulasi bisa saja terjadi secara berulang kali setelah dirinya mengalami puncak syahwat. Dengan keluarnya cairan yang pekat dan berwarna putih, untuk sebagian wanita, dikatakan bahwa hal yang demikian ini merupakan kondisi wanita yang sedang mengalami proses ejakulasi.