Efek Samping Bekam Yang Sering Diabaikan Banyak Orang

Kata Bekam berasal dari bahasa Melayu, sedangkan dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah Cantuk atau Kop. Dalam istilah bahasa Arab dikenal  dengan Al Hijamah, yang berarti “pelepasan darah kotor”. Dalam Islam, teknik pengobatan dengan Bekam merupakan suatu teknik pengobatan yang disunnah-kan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam.

Kini teknik bekam telah dimodern-kan dengan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, yaitu dengan menggunakan peralatan modern yang praktis dan efektif. Teknik pengobatan bekam merupakan teknik pengobatan dengan melalui proses melepaskan darah kotor dari dalam tubuh dengan cara “membekam” di area permukaan kulit.

Dalam konsep ilmu Bekam, kulit manusia merupakan organ terbesar dalam tubuh, dan dalam kulit manusia pula terdapat tumpukan toksin/racun. Dengan berbekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Ini metode detoksifikasi terbaik, ia menghilangkan penyakit, memulihkan berbagai fungsi tubuh serta memberi harapan pasien untuk mendapatkan kesembuhan.

Sebelum Anda melakukan praktek Bekam, baik Anda sebagai Juru Bekam maupun orang yang hendak dibekam. Maka pengetahuan dasar berikut harus Anda pahami. Sehingga ketika Anda mempraktekkan pengobatan Bekam, Anda telah mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang bagiamana  harusnya Anda berbekam.

Prosedur Berbekam

Seorang Juru Bekam, sebelum melakukan proses pem”bekam”an kepada pasien, mesti memahami betul, bagaimana teknik Bekam akan dilaksanakan. Ini adalah aturan dasar atau prosedur yang wajib dipahami seorang yang menekuni Bekam (Praktisi Bekam).

Oleh karena itu hendaknya Praktisi Bekam memahami prosedur berikut, yaitu; pertama, menyiapkan alat bekam. Sang pem “bekam” wajib paham betul, peralatan apa saja yang harus disiapkan ketika hendak dan akan melakukan pembekaman. Mulai dari alat dasar seperti jarum bekam, jika menggunakan jarum atau pisau jika menggunakan model sayatan. Dan peralatan lain, seperti kapas, air dan lain sebagainya.

Kedua, sarana dan ruangan. Pembekam perlu menyiapkan ruangan untuk pasien, menyiapkan diri sendiri ( Juru Bekam ), identifikasi pasien, mewancarai pasien, memeriksa fisik pasien, penyimpulan dan penentuan diagnosa pasien, menentukan daerah dan titik yang akan dibekam, melakukan pembekaman, memberikan terapi lain, dan pemusnahan limbah bekam.

Larangan Berbekam

Ada beberapa larangan yang harus diketahui oleh seorang Juru Bekam, yaitu; pertama, tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali sudah ahli; kedua, jangan membekam orang yang secara fisik lemah; ketiga, jangan membekam orang yang menderita penyakit kulit; keempat, penderita Leukimia ( kanker darah ) tidak boleh dibekam; kelima, dilarang membekam penderita hepatitis, TBC, dan penyakit parah lainnya; keenam, jangan membekam wanita hamil, haid dan nifas; ketujuh, jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah.

Titik Titik Bekam

Pertama, dibagian atas kepala berfungsi untuk semua sakit kepala, darah tinggi, migrain; Kedua, disekitar urat leher berfungsi untuk sakit mata, polip, tenggorokan; ketiga, dibawah kepala berfungsi untuk jerawat, tumor pada telinga; keempat, daerah diantara dua pundak berfungsi mengatasi berbagai macam penyakit; kelima, daerah sekitar pundak kiri dan kanan berfungsi menetralisir keracunan dan penyakit liver; keenam, daerah punggung berfungsi meringankan segala macam penyakit; ketujuh, daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor untuk penyakit pegal di pinggang dan wasir; kedelapan, pangkal telapak kaki untuk penyakit nyeri, asam urat, kaku dan pegal-pegal; kesembilan, ditempat-tempat yang sakit.

Titik Larangan Bekam

Ada beberapa tempat pada tubuh pasien, yang dilarang dilakukan dalam membekam. Dan selayaknya Juru Bekam harus paham tentang hal itu. Pertama, pusat kelenjar limfe dan getah bening; kedua, otak kecil bagian bawah; ketiga, leher depan; keempat, ulu hati; kelima, sendi; keenam, lubang alami; ketujuh, tempat varises, tumor, kanker; kedelapan, perut wanita hamil; kesembilan, daerah selangkangan.

Kesimpulan

Begitu kompleks-nya prosedur bekam, titik bekam dan  titik larangan dalam berbekam, maka sebuah “keharusan” bagi seseorang yang hendak menjadi Praktisi Bekam untuk belajar dan mendalaminya kepada ahlinya. So, jangan hanya mengandalkan pengetahuan dari internet, buku, majalah atau lembaran-lembaran semata. Seorang calon Juru Bekam harus belajar, mempraktekkan dan dalam pengawasan langsung dengan seorang guru ahli bekam.

Ada kaidah yang mengatakan ” ketika suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya “. Semoga bermanfaat, salam sehat dan bahagia untuk Anda dan keluarga. Berbagai sumber

Salam www.JamuKu.com Toko Jamu Herbal Terpercaya