Efek Samping Bahan Tambahan Pangan yang Harus Anda Pahami!

Pernah melihat makanan dan minuman dengan warna warni yang menarik dan menggiurkan? Pernah.. wah enak sekali rasanya!! Es campur misalnya, atau kue mangkok warna merah dan hijau. Sangat menggiurkan, bukan?. Dan masih banyak lagi makanan dan minuman yang akan menggugah selera Anda dengan berbagai varian warna yang bikin lidah “ngiler”. Namun, tahukah Anda, bahwa warna warni yang terdapat dalam makanan dan minuman tersebut terdapat zat-zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda saat ini dan yang akan datang. Zat-zat berbahaya tersebut meliputi pewarna, pemanis dan pengawet.

Jika orang dahulu memakai bahan tambahan pangan alami untuk pewarna seperti warna merah dengan bahan kayu secang atau angkak,  warna coklat menggunakan gula merah/aren, warna kuning menggunakan kunyit dan warna hijau menggunakan bahan dari daun suji. Untuk bahan pemanis mereka menggunakan gula, tebu dan kayu manis. Sedangkan untuk pengawet mereka menggunakan gula dan garam.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi industri, maka bahan panganan tambahan alami tersebut makin langka. Dan masyarakat kita, juga mulai berpikir untuk menggunakan bahan tambahan pangan sintetis/buatan alias tidak alami.

Adapun bahan pewarna buatan hasil teknologi industri saat ini menggunakan bahan baku zat pewarna tekstil. Untuk bahan pewarna yang diijinkan meliputi Tartrazin, Indigotin, Hijau FCF, Eritrosin, Cokelat HT, Biru Berlian.

Sementara pemanis buatan meliputi sukrosa, gula bit, xilitol, fruktosa, laktosa, sakarin, gula stevia, dan masih banyak lagi.

Sedangkan bahan pengawet sintetis bervarian bentuknya dan disesuaikan dengan jenis makanan dan minuman yang diawetkan. Untuk bahan pegawet seperti asam benzoat (untuk beberapa makanan seperti kecap, softdrink, keju, selai, acar botol). Garam Sulfit (untuk jenis frozen food). Nitrit (untuk olahan daging). Serta Belerang Dioksida (untuk makanan jenis cuka, softdrink, dan lain-lain).

Bahan pengawet yang paling hebat dan saat ini sedang banyak dibicarakan adalah formalin dan boraks. Pemakaian formalin biasanya untuk jenis tahu, sedangkan boraks digunakan untuk pengawet pentol bakso. Ironisnya penggunaan formalin dan boraks adalah untuk mengawetkan bangkai binatang dan mayat.

Oleh karena itu, Anda harus selalu waspada dengan makanan dan minuman yang akan Anda konsumsi di sekitar Anda. So, inilah beberapa tips agar Anda dan keluarga merasa aman dan nyaman dalam menikmati setiap makanan dan minuman yang dihidangkan.

  1. Anda patut curiga, jika makanan dan minuman dijual dengan harga yang sangat murah
  2. Anda patut selidik, jika warna pada makanan dan minuman sangat menyolok dan menyala
  3. Anda patut waspada, jika makanan tersebut ada rasa manis, gurih yang aneh dan berlebihan
  4. Hati hati saat membeli jenis tahu dengan tekstur keras, padat, tidak berlendir, dan tidak berbau asam
  5. Jangan makan jenis bakso yang “pentol”nya sangat kenyal, tahan lebih dari tiga hari

Demikian, Efeksamping Bahan Tambahan Pangan yang harus Anda Pahami!, semoga bermanfaat. Salam sehat dan bahagia selalu untuk Anda dan keluarga.