Cara Mendidik Anak Remaja: Love & Logic Kunci Keberhasilan Mengasuh Anak Remaja

Inilah tips parenting dari Bunda Elly Risman, seorang pakar parenting. Beliau menjelaskan tentang bagaimana harusnya bersikap dan bertindak ketika para orangtua memiliki anak-anak yang telah menginjak usia remaja. Dengan bahasa yang mudah dicerna dan dipahami oleh setiap orangtua. Bunda Elly Risman membeberkan tips dan trik mudah untuk mengasuh putra-putri Anda yang telah memasuki masa remaja. Selamat menikmati!

Menurut Bunda Elly Risman, banyak orang tua sering mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan putra putri mereka yang sedang memasuki masa remaja. Anak yang sedang menginjak masa remaja biasanya menunjukkan sikap dan perilaku memberontak dan menuntut banyak hal termasuk perhatian dari ayah dan ibunya.

Seiring dengan itu terjadi juga perubahan, baik fisik maupun mental dari anak-anak kita, baik anak laki-laki atau anak perempuan. Bunda Elly Risman menjelaskan beberapa perubahan yang sedang dialami anak-anak yang memasuki usia remaja,.  Perubahan dan perkembangan itu antara lain;

Perkembangan Pada Otak

Saat seorang anak telah memasuki usia remaja , maka perkembangan otaknya berkembang dengan sangat cepat. Dari cara berpikir yang bersifat konkrit (berpikir dengan cara melihat obyek), maka kini mereka juga mampu berpikir lebih luas yaitu dengan berpikir secara abstrak, yakni berpikir dengan cara mengolah kata atau kalimat yang ia terima. Kemampuan sang anak berupa analisa sintesa dan aspek berpikir lainnya berkembang secara utuh.

Perkembangan Hormon Testosteron

Adanya perkembangan pesat pada salahsatu hormon dalam diri anak remaja yaitu hormon testosteron. Dimana perkembanga hormon testosteron pada anak berkembang dua puluh kali lipat. Dan hal ini menyebabkan terjadinya perubahan dan perkembangan fisiknya. Perkembangan ini ditandai dengan beberapa perubahan pada tubuh fisiknya, seperti; wajah mulai berminyak, mulai tumbuh bulu-bulu halus, hidung mulai besar dan lain sebagainya. Nah, yang menjadi permasalahan adalah tidak semua anak-anak sudah siap secara mental menerima perubahan dan perkembangan fisiknya tersebut. Ketidaksiapan mental inilah yang menyebabkan si anak yang memasuki masa remaja ini mudah labil secara emosinya.

Kelabilan jiwa atau kekacauan emosi pada anak remaja, biasanya ditunjukkan dalam sikap dan keluhan yang dirisaukan si anak. Kerisauan tersebut antara lain berupa ketidakpuasan terhadap dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Kegelisahan ini semakin kuat ditambah dengan beban pelajaran yang ia terima di sekolah dan aktifitas tambahan yang ia terima, seperti les-les pelajaran. Hal ini membuat si anak “gelisah” karena ia sudah tidak bisa sesantai mungkin seperti saat ia belum masuki usia remaja.

Simak Juga  2 Tips Diet Sehat Ala Rasulullah! Muslim Harus Baca!

Saat anak gelisah dan cemas, maka aliran gelombang otaknya meningkat menjadi 25 putaran perdetik. Hal ini mengalami peningkatan dari sebelumnya, yang hanya 10 putaran perdetik. Meningkatnya aliran gelombang otak sang anak menyebabkan sel-sel otak pada Pre Frontal Cortex (PFC) yang terletak di bagian otak yang berada di depan, tepatnya di atas mata mengalami kelelahan. Dampak buruk ketika terjadi kelelahan pada PFC dapat mematikan jutaan sel pada otak si anak. Mengingat, otak tidak diformulasikan untuk menanggung beban dan stres yang berkepanjangan. Pertanyaan barunya, bagaimana menyelamatkan anak remaja kita?

Untuk menyelamatkan anak-anak remaja kita; menurut Bunda Elly Risman dibutuhkan DUA EL (2 L) untuk ayah dan ibu. Love dan Logic sebuah keyword yang harus mengada pada kedua orang tua dalam menghadapi, menerima dan mengasuh putra-putrinya yang memasuki usia remaja.

Love

Love yang berarti cinta;kasih sayang. Bunda Elly membeberkan makna love dengan membangun suatu ikatan komunikasi dan emosional dengan si anak berlandaskan cinta. Bagaimana prakteknya, Seorang anak memiliki sebuah kebutuhan untuk didengar perasaannya, agar perasaan dan emosinya bisa mengalir. So, sebagai orangtua mendengarkan perasaan dan keluhan-keluhan sang anak tidak hanya dengan mendengarkannya dengan kedua telinga, apalagi sambil lalu.  Tapi, dibutuhkan hati dan jiwa serta mata kita.

Dengan perhatian sepenuh hati dan jiwa, sang anak akan merasa mendapatkan perhatian yang dibutuhkannya. Dan hal ini juga dapat membangun kepercayaan si anak kepada orangtuanya. Kepercayaan seperti apa? Kepercayaan sang anak bahwa orangtua bisa menjadi tempat keluh kesah tentang apa yang anak rasakan dan beban permasalahan yang dihadapi sang anak.

Komunikasi sepenuh hati, jiwa, mata dan telinga merupakan syarat utama bagi orangtua agar dapat mengontrol setiap fase perkembangan psikologis dan fisik anak remajanya.  Suatu contoh, tentang asupan gizi sangat yang berimbang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan si anak.  Anak laki-laki yang menyukai jenis makanan junkfood (cepat saji) dapat mengakibatkan obesitas (kegemukan) dan hal ini akan mempengaruhi alat kelaminnya tidak normal, layaknya anak seusianya.

Oleh karena itu, jika orangtua tidak memulai membangun komunikasi sejak anak masih kecil, bagaimana mungkin! orangtua mengetahui jika alat kelamin putranya tidak normal. Padahal dari sisi kesehatan, hal ini diperlukan tindakan pengobatan medis sebelum putranya memasuki usia remaja.

Berikutnya, kata Bunda Elly. Alasan utama orangtua, biasanya karena keterbatasan waktu untuk bisa mendengarkan perasaan-perasan anak-anaknya secara penuh. Terutama bagi orangtua yang bekerja, umumnya saat pulang kerja orangtua sudah kehabisan energi. Apalagi jika ada pekerjaan yang dibawa pulang dan mengharuskan untuk sesegera mungkin diselesaikan esok harinya. Kondisi ini membuat anak-anak harus berebut perhatian dari orangtua dengan pekerjaan orangtua yang dibawa pulang. Parahnya lagi, jika orangtua selama di rumah gagdet tak lepas dari genggaman.

Simak Juga  Cara Pakai Bioherbaka Breast Cream Agar Hasil Maksimal (Pengencang Payudara)!

So, alangkah baiknya. Jika orangtua sudah memasuki pintu rumah menyiapkan diri untuk memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Lepaskan semua pekerjaan dan masalah-masalah kantor, begitu pula gadget harus dilepaskan dari genggaman untuk memberikan perhatian lebih kepada sang anak.

Logic

Mengasuh dan mendidik anak tidak hanya cukup dengan cinta dan kasih sayang, tetapi membutuhkan logika berpikir yang menuntut komitmen dan kerja keras . Seiring dengan perkembangan psikisnya, kita juga harus mengajarkan kepada mereka tentang tanggungjawab dan perasaan-perasaan lain seperti rasa kecewa, sedih dan jatuh bangun dalam kehidupan. Jika seorang anak kita biarkan dalam sebuah suasana nyaman dan aman, mereka akan kesulitan belajar memahami tentang penderitaan dalam kehidupan. Ajarkan kepada anak tentang kehidupan, tentang tanggungjawab dan konsekuensi sikap dan perilakunya dalam kehidupan.

Ketika seorang anak sedang belajar tentang penderitaan dan kekecewaan, seyogyanya orangtua menempatkan diri sebagai jaring pengaman emosi bagi anak. Dampingi dan bantu mereka menghadapi rasa kecewa, rasa sakit dan bantu mereka sehingga mampu bangkit dari sebuah penderitaan. Berikan pula kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihan-pilihan dalam mengatasi setiap masalahya dan memahami konsekuensi dari keputusan-keputusannya. Dengan mengajarkan hal demikian, kelak jika ia sudah dewasa akan memiliki sikap dan integritas.

So, mari! Bangun komunikasi yang hangat penuh cinta dan kasih sayang, sehingga Anda bisa menjadi jaring pengaman emosi mental anak anak remaja Anda. Kesuksesan mereka mengatasi setiap gejolak dan problematika mereka di masa remaja akan membentuk pribadi pribadi yang berkarakter dan sukses di masa yang akan datang. Referensi: Elly Risman, Pakar Parenting via Yatim Mandiri 

Salam www.JamuKu.com Toko Jamu Herbal Terpercaya

One thought on “Cara Mendidik Anak Remaja: Love & Logic Kunci Keberhasilan Mengasuh Anak Remaja

  1. deni tri oktavian says:

    makasih admin
    infonya sangat membantu sekali

Comments are closed.