Bahaya Nasi Hangat Yang Harus Anda Waspadai!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar “sajikan dengan nasi hangat, maknyusss!!”, menggambarkan betapa nikmatnya makan nasi hangat. Namun, disisi lain, ada pesan berantai dari media sosial yang bilang, “Jika sakit diabet jangan makan nasi hangat, sebaiknya makan nasi dingin.” Apakah berarti nasi dingin lebih sehat dari nasi hangat? Berikut penjelasannya.

Nasi merupakan sumber karbohidrat yang sebagian besarnya adalah zat pati. Pada saat nasi di masak, zat pati ini akan membengkak karena adanya air dan peningkatan suhu pada proses memasak (gelatinisasi), sehingga beras yang awalnya keras akan berubah menjadi nasi yang lunak untuk di makan. Jika nasi yang sudah matang didinginkan atau disimpan, maka pati yang sudah membengkak tadi akan berikatan kembali (retrogradasi), yang ditandai dengan tekstur nasi yang menjadi agak keras.

Apa yang terjadi pada nasi setelah dimakan? Nasi akan melalui proses pencernaan, yaitu proses memecah nasi menjadi ukuran yang lebih kecil. Proses pencernaan ini akan dimulai dari proses mengunyah di mulut, kemudian masuk ke lambung melalui tenggorokan.

Di lambung, nasi sudah hancur dan bercampur dengan asam lambung, membentuk campuran yang disebut chymus yang kemudian dibawa ke usus halus. Di usus halus, chymus akan bercampur dengan enzim-enzim yang akan memecah karbohidrat menjadi bentuk yang paling sederhana, salahsatunya glukosa (gula darah). Glukosa selanjutnya akan diserap oleh dinding usus (proses penyerapan/absorbsi) dan dialirkan ke pembuluh darah. Setelah masuk ke dalam pembuluh darah tentunya kadar glukosa darah akan meningkat.

Pilih Nasi Hangat atau Nasi Dingin?

Bagaimana perbedaan peningkatan glukosa darah antara nasi hangat dan nasi dingin? Nasi hangat akan mengalami proses seperti penjelasan diatas. berbeda dengan nasi hangat, nasi dingin mengalami retrogradasi. Proses retrogradasi akan membuat sebagian zat pati/karbohidrat susah dipecah menjadi bentuk sederhana (pati resisten?resisten starch-RS), sehingga tidak dapat diserap oleh dinding usus.

Jadi, pada nasi dingin lebih banyak pati resistennya dibandingkan dengan nasi hangat. Efeknya, peningkatan glukosa darah pada saat makan nasi dingin tidak akan setinggi jika makan nasi hangat. Bagi penderita penyakit diabetes mellitus tentunya hal ini lebih baik.

Bagaimana cara meningkatkan kadar pati resisten pada nasi? penelitian dari Sonia dkk (2015), Universitas Indonesia, menyebutkan kadar pati resisten pada nasi yang didinginkan selama 10 jam di suhu ruang akan meningkat dua kali lipat dibandingkan dari nasi hangat. Bahkan jika nasi didinginkan di kulkas pada suhu 24ºC selama 24 jam, kemudian dipanaskan kembali maka kadar pati resisten dapat meningkat dua setengah kali dibandingkan dari nasi hangat.

Namun kelemahannya, pada saat disimpan di kulkas, nasi akan menjadi keras, sehingga perlu dipanaskan kembali. Cara mamanaskan nasi kembali dengan rice cooker adalah dengan menambahkan air secukupnya untuk mendapatkan tekstur seperti nasi yang hangat yang baru matang.

Jadi, untuk mendapatkan manfaat labih dari nasi, makanlah nasi dalam keadaan dingin. Cara praktis menyajikan nasi dingin adalah dengan memasak nasi pada malam hari untuk dimakan pada esok harinya. Oleh Yosfi Rahmi, S.Gz, M.Sc, Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Semoga bermanfaat, salam sehat dan bahagia untuk Anda dan keluarga.

@admin www.JamuKu.com Toko Jamu Herbal Terpercaya