2 Teknik Relaksasi Sederhana Ampuh Hilangkan Stres Berat!

Relaksasi adalah suatu keadaan dimana pikiran, jiwa, mental , emosi dan tubuh fisik dalam keadaan stand by, tidak kosong tetapi juga tidak full on (sangat-sangat nyantai). Sementara itu, tubuh fisik mulai dari ujung kaki hingga kepala tidak dalam keadaan tegang, keras dan kaku.

Relaksasi bermakna pikiran dan mental sedang tidak penuh dengan berbagai macam beban dan masalah. Relaksasi juga bukan suatu kondisi formal saja seperti kondisi meditasi, namun relaksasi merupakan kondisi dimana kita bisa stand by. Kondisi seperti itu bisa kita dapatkan saat kita rekreasi, bercengkrama dengan keluarga, bernyanyi, nonton tv humor dan sebagainya.

Saat seseorang tidak penuh dengan beban maka ia mudah menerima stimulus dari luar dirinya. Pikiran dan hatinya terbuka untuk menerima apapun dari pikiran bawah sadarnya, dari nuraninya dan dari intuisinya.

Relaksasi itu mengalir dan menikmati kondisi yang ada disekitar kita tanpa menolak atau bahkan melawan keadaan disekitar kita. Misalnya saat kita dalam sebuah ruangan yang tenang dan damai, tiba-tiba karena suatu hal ruangan tersebut bising oleh suatu keributan.

Saat kita berada dalam kondisi relaksasi maka kita tetap bisa mempertahankan rileks dengan keadaan ruangan tenang dan ruangan penuh keributan. Dengan tanpa mempertanyakan keadaan kedua (keributan).”lho tadi damai, sekarang kok malah bising”. So saat kita dalam keadaan relaksasi pernyataan kita ” o…ada keributan …titik.

Dalam keadaan tetap rileks dengan kondisi apapun dan tanpa terusik siapapun. Maka keadaan seperti ini sepadan dengan filosofi Jawa yang mengatakan “sutho bloko, nrimo opo jare, pasrah bongkokan” (pasrah dengan totalitas pasrah apa yang dimaui Tuhan). Tapi jangan salah tafsir dulu dong…pemaknaan pasrah total di sini tidak berkonotasi negatif namun bermakna positif. Dalam hal perilaku dan tindakan pemaknaan pasrah di sini adalah “usaha/ikhtiar, doa, pasrah dan sabar”…

Saat seseorang dalam keadaan relaksasi maka pikiran dan hatinya seperti sebuah ngarai yang terbuka, sekali lagi bukan kosong, ia siap menerima air yang menuju dirinya, ia siap menerima hembusan udara yang menuju dirinya. Maka ibarat hati yang rendah hati ia siap menerima apapun yang datang dari atas dirinya. Laksana jiwa, ia “jiwa yang mutmainah” (nafsul mutmainah), ialah jiwa yang tenang, jiwa yang dekat dan diberkahi dengan Tuhan.

Simak Juga  Waspadai 5 Efek Samping Antibiotik Yang Paling Berbahaya!

Namun bagi yang belum menemukan relaksasi dalam langkah dan kegiatannya sehari-hari baik di kantor maupun di rumah. Baiknya bisa memulai dengan belajar relaksasi secara fisik. Relaksasi  akan banyak membantu kita menemukan kondisi rileks bagi kita. Ada beberapa teknik relaksasi dasar, agar kita bisa rileks yang lebih luas, yakni rileks pikiran dan jiwa.

Ada 2 teknik dasar dalam relaksasi fisik yang bisa kita lakukan di rumah, baik pada waktu pagi hari, siang maupun malam hari. Teknik ini tidak perlu membutuhkan waktu dan tempat khusus, Anda bisa melakukan teknik ini disela-sela kesibukan Anda. Tetapi, jika Anda ingin dapat mencapai kemudahan dalam teknik ini, sebaiknya dilakukan dalam ruangan dan di tempat yang jauh dari keramaian. Anda dapat melakukannya di kamar tidur atau ruangan khusus yang sudah Anda siapkan.

Relaksasi Duduk

Teknik relaksasi duduk tentu saja dengan posisi duduk. Duduklah bersila, kemudian berdoalah sesuai dengan keyakinan Anda. Letakkan tangan di atas paha/kaki dengan posisi terbuka menghadap keatas. Kemudian penjamkan mata Anda. Langkah berikutnya. Gunakan pikiran/perasaan Anda untuk mengendalikan ujung kaki/jari hingga kepala. Perintahkan, mulai dari jari kaki Anda dengan kalimat stimuli (sugesti) “rileks,rileks,rileks”, pelan dan tak perlu tergesa-gesa. Saat bersamaan, kendorkan seluruh kaki, amati lebih lembut agar semua jari, kaki, naik ke betis, paha, perut, dada, leher dan kepala, sambil terus Anda menstimuli “rileks, rileks dan rileks.

Lakukan berulang-ulang, kembali ke kaki naik kepala dengan menstimuli “rileks, rileks”. Di tahab awal Anda cukup melakukan  5- 7 kali pengulanga. Kuncinya pelan, santai dan tidak perlu tergesa-gesa. Jika Anda sudah rutin melakukan teknik ini, tambahkan pengulangan dan waktu hingga 5-10 menit.

Simak Juga  Terbaru! Efek Samping dan Bahaya Royal Kiraz Candy Turki Yang Wajib Anda Ketahui

Relaksasi Berbaring

Teknik ini dapat Anda lakukan dengan berbaring di atas kasur kamar tidur atau matras di lantai yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Pertama-tama berbaringlah dengan posisi terlentang menghadap ke atas. Kemudian berdoa, sesuai dengan keyakinan Anda. Setelah itu Anda lanjutkan dengan memejamkan mata, posisi kedua tangan di samping tubuh dengan menghadap keatas terbuka (jangan menggenggam). Sementara itu posisi kaki terbuka dan lebar (tidak rapat). Mulailah seperti teknik diatas, yaitu menstimuli seluruh tubuh Anda dengan kalimat stimuli “rileks, rileks, rileks”. Mulailah dari ujung jari kaki, kaki, betis, paha, pinggang, perut, dada, leher, tangan dan kepala.

Lakukan secara perlahan dan tidak perlu tergesa-gesa. Lakukan 5-7 kali pengulangan di tahab awal. Untuk Anda perhatikan juga, bahwa gerak nafas, tetap Anda atur se-rileks  mungkin. Tanpa perlu menggunakan teknik tarik, tahan, atau buang nafas seperti teknik meditasi. Jika Anda melakukan dengan rutin, setiap hari. Maka, pelan dan pasti akan berdampak pada pikiran dan emosi Anda. Pikiran Anda akan menjadi tenang dan damai. Begitu juga emosi Anda, akan mudah dikendalikan. Demikian sedikit ulasan tentang teknik relaksasi. Semoga bermanfaat, salam sehat dan bahagia untuk Anda dan keluarga. Tetap semangat.

NB: Lakukan juga konsultasi kepada ahli meditasi